RSS

LMT Berbicara Diversifikasi Pangan



Tanggal 24 November 2013 kemarin saya mengikuti Leadership Motivation Training yang diadakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Acaranya cukup menarik karena diadakan di Cangkringan, dekat dengan gunung Merapi. Ini pengalaman pertama saya merasakan udara sedingin itu, benar-benar dingin. Saya tidak bohong.

Dalam acara LMT tersebut, saya dan teman-teman yang akan dilantik menjadi anggota DEMA, diberikan sebuah tantangan untuk melakukan diversifikasi makanan. Ya, sebagai anak pertanian, sudah sewajarnya jika kami belajar untuk menyejahterakan petani dan membantu pemerintah menggalakkan program diversifikasi makanan dan pelarangan makanan yang terbuat dari gandum.
Kalau teman-teman masih bingung apa itu diversifikasi makan, saya akan jelaskan sedikit. Diversi makanan adalah cara atau program penggantian bahan nasi atau beras dengan bahan lain yang mengandung karbohidrat sebagai makanan pokok. Alternatif yang bisa dipilih sebagai pengganti nasi adalah ubi pohon, umbi batang, singkong, kentang, sagu, jagung dan lain-lain. Kedengarannya menarik bukan? Menurutmu begitu? Saya berpikir tidak. Justru saya menderita.

Ketergantungan kita (terutama saya) terhadap nasi sangat kronis. Hal ini dirasakan juga oleh teman-teman seperjuangan dalam acara LMT DEMA tersebut. Sejak kecil saya memang sudah diajarkan untuk makan nasi sebagai makanan utama. Pokoknya kalau belum makan nasi ya belum makan. Perasaan ini pun sama dirasakan oleh anggota lainnya. Kami semua merasa tersiksa. Terlebih lagi makanan yang diberikan kepada kami jauh dari kata cukup. Bayangkan, makan malam kami hanya makan ubi satu dan segelas es teh. Paginya kami diberikan sarapan sebuah kentang dan segelas susu, makan siang kami diberikan satu buah pisang dan makan malam kami harus makan labu yang dimasak begitu saja tanpa bumbu. Ini bukan seperti surga. Sama sekali tidak enak, tidak kenyang dan tidak bergizi. Padahal aktifitas yang kami lakukan membutuhkan energi yang cukup.
Menurut pandangan saya, alasan utama mengapa program diversifikasi makanan susah untuk dilakukan karena ada beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi : 

 Masalah pemenuhan gizi dan porsi makanan tersebut.
Pelatihan LMT kemarin merupakan cerminan mengapa program diversifikasi makan sulit untuk dilakukan. Ya, alasannya sepele, jumlah makanan dan pemenuhan gizi yang diberikan jauh dari kata cukup bahkan sangat kurang. Setiap kali kita makan, kita hanya diberi sepotong ubi atau pisang. Apakah sepotong pisang atau ubi tersebut dapat mengganjal rasa lapar kita? Apakah sepotog pisang atau ubi tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi kita? Tanpa dibarengi dengan sayuran dan lauk pauk yang sangat dibutuhkan kandungan protein, mineral dan vitaminyya dalam tubuh, dan kesemuanya itu tidak didapat dari bahan-bahan diversifikasi yang disajikan.

Diversifikasi  artinya adalah “hanya” mengganti nasi dengan bahan pokok lain seperti ubi, kentang dll, bukan untuk mengganti secara keseluruhan makanan tersebut. Adapun jika bahan pokok pengganti nasi tersebut hanya diolah biasa-biasa saja, tentu tidak matching bila disatukan dengan sayur ataupun lauk. Nah, inilah masalah keduanya. Dan solusinya adalah, dengan mengolah bahan-bahan diversifikasi  tersebut lebih lanjut menjadi bahan makanan yang sedap dipandang mata dan lidah, serta bisa dikombinasikan dengan sayur atau lauk. Misalnya, singkong diolah menjadi tiwul atau jagung diolah menjadi nasi jagung. Tentu saja tiwul atau nasi jagung jauh lebih cocok dipadukan dengan sayur dan lauk daripada harus makan sayur dan lauk dengan singkong rebus, konyol kan?
2.       Adanya gengsi. Sebuah labeling aneh di Indonesia apabila seseorang tidak makan nasi berarti dia merasa terbelakang. Sepertinya nasi benar-benar makanan yang dianggap elit dan tak bisa digantikan. Orang akan memilih memakan nasi daripada makan nasi ubi, walaupun kandungan karbohidrat, serat dan glukosanya jauh lebih baik ubi daripada nasi. Gengsi masalah yang harus dipecahkan bersama. Kita ubah paradigma kita, bahwa bentuk nasi yang begitu enak dipandang itu perlu mendapat perlakuan adil dengan makanan pokok yang lain. Bayangkan, sekarang ini, orang Indonesia Timur, yang konon katanya makanan pokoknya adalah sagu, kini mereka mulai  terbiasa makan nasi. Mereka gengsi kalau makan sagu. Kalau  hal ini terus dibiarkan, maka kebutuhan beras akan meningkat, sedangkan produksinya saat ini sedang terpuruk. Maka jalan pintas yang diambil pemerintah pastilah impor beras, kalau sudah impor beras, maka kesejahteraan petani akan tergadaikan. Beras dalam negeri menjadi mahal, dan kalah bersaing dengan beras impor yang jauh lebih murah. Lagi-lagi petani dirugikan.
3.       Faktor yang ketiga adalah faktor perut. Harus diakui banyak orang Indonesia yang terlanjur ketagihan dengan nasi. Sehari saja tidak makan nasi maka sama dengan tidak makan. Inilah kesalahan besar kita. Kita tidak akan mati jika kita tidak makan nasi. Yakin. Lihat saja orang barat. Sehari-hari mereka makan roti, kentang dan lain-lain,  buktinya mereka masih hidup. Sehat wal afiat, bahkan otak mereka jauh lebih cerdas dari kita. Nah, ubah ya pandangan kuno seperti itu. Nasi bukan segalanya. Masih banyak makanan yang jauh lebih enak dari nasi. Dengan mengurangi makan nasi, dengan melakukan diversifikasi makanan, itu artinya kita membantu mencegah terjadinya impor beras. Dengan tidak mengimpor beras, itu artinya kita dapat mensejahterakan petani. Dengan mensejahterakan petani, kita dapat memajukan INDONESIA. MENCAPAI KEDAULATAN PANGAN YANG SEJAK DULU KITA CITA_CITAKAN.  HIDUP PERTANIAN INDONESIA. GLORY FOR AGRICULTURE.

Kedaulatan Pangan, Kami Datang!!




Oleh Rizal Dzikri

Kedaulatan pangan adalah kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri tanpa harus bergantung pada negara lain. Kedaulatan pangan adalah cita-cita besar negara Indonesia sejak dahulu. Keinginan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri atau bahkan dapat mengimpor hasil pangan ke negara lain sudah sejak lama dicanangkan, namun belum juga tercapai. Kondisi alam negara Indonesia sangat strategis, terletak di garis khatulistiwa dengan iklim tropis yang memungkinkan pertanian sepanjang tahun, jika dilihat dari luas lahan tentu Indonesia tergolong memiliki areal pertanian yang luas. Bahkan sejak dahulu Indonesia dijuluki sebagai negara agraris, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Namun, sungguh ironi jika sekarang ini hasil pertanian dan bahan makanan mengimpor dari negara lain. Banyak sekali hasil pertanian yang diimpor dari negara lain. Contohnya beras, kedelai, dll. Bukankah hasil pertanian tersebut dapat kita produksi di dalam negeri tanpa harus impor Dari negara lain?
Ada beberapa alasan mengapa produk pertanian Harus impor dari negara lain.
1.   Kebutuhan bahan makanan yang tidak dapat dipenuhi oleh petani Indonesia, sementara permintaan pasar akan produk tersebut sangat besar. Contoh beras dan kedelai. Sekarang ini, beras adalah kebutuhan utama bagi masyarakat indonesia. Masyarakat memandang bahwa beras atau nasi kini telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Bahkan orang indonesia timur pun kini juga mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Untuk itu perlu adanya diversifikasi pangan atau mengolah makanan seperti umbi-umbian dan bahan olahan karbohidrat lainnya yang dapat menggantikan nasi sebagai bahan pokok, dengan cara mempopulerkan bahan olahan tersebut menjadi sebuah produk yang berbeda dengan mengubah tampilan, cita rasa, dan nilai gizinya. Dengan begitu, kebutuhan akan beras menjadi berkurang. Masyarakat akan memilih produk olahan tersebut dengan begitu impor beras bisa dihentikan.

2.      Areal pertanian di Indonesia terus menyusut. Menyempitnya areal pertanian di Indonesia disebabkan adanya perluasan daerah pemukiman penduduk. Sayangnya tak ada hukum yang tegas untuk melindungi areal pertanian di Indonesia dan melindungi hak petani. Padahal di negara lain, Vietnam contohnya, mereka memiliki undang-undang yang mengatur areal pertanian supaya tidak dialihfungsikan menjadi tempat pemukiman penduduk.

3.      Lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak sekali petani padi di suatu daerah tertentu yang hanya bercocok tanam ketika musim hujan tiba. Padahal dengan letak geografis Indonesia yang memungkinkan penanaman sepanjang musim harusnya dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis produk pertanian. Jangan sampai tanah dibiarkan kosong. Penanaman bergilir bisa menjadi pilihan tepat menyelesaikan maslah tersebut.

4.  Sudut pandang petani dan metode bercocok tanam yang masih tradisional adalah kendala utama yang menyebabkan pertanian di Indonesia sulit berkembang. Keingingan petani yang terus meneruskan cara bercocok tanam seperti leluhur mereka membuat hasil produksi pertanian menjadi kurang amksimal dan tidak efisien. Perlu adanya sosialisasi dari berbagai pihak dengan metode penyampain yang baik. 

5.   Regulasi yang masih carut-marut membuat kebijakan pertanian semakin menyulitkan petani. Harga pupuk yang semakin mahal, harga bibit yang mahal serta adanya gempuran produk pertanian impor terus menggerus penghasilan petani di Indonesia.
6.    Impor adalah alasan klasik pemerintah untuk menyeimbangkan harga bahan pokok sudah. Dengan adanya impor, lambat laun harga pun akan kembali tidak stabil. Seharusnya pemerintah memikirkan jangka panjang untuk menghentikan kecanduan produk pertanian impor seperti peningkatan stok pangan dan  peningkatan produksi pangan. Pemerintah melakukan impor bahan pangan karena adanya fee pada setiap bahan impor yang masuk ke Indonesia. Itu artinya akan ada uang yang masuk ke kas negara sebagai devisa negara, artinya lebih banyak uang yang dapat mereka hasilkan. Bukan bermaksud seudzon, tentu kebijakan tersebut akan menguntungkan mereka daripada harus memberikan kesejahteraan bagi petani Indonesia. Petani menunggu adanya kesungguhan dari pemerintah untuk memajukan pertanian Indonesia dan menjadikan Indonesia berdaulat pangan. Contoh kongkretnya adalah dengan mencegah adanya bahan impor dalam bentuk apapun.
7.     Selain itu, kedaulatan pangan dapat di lakukan dengan cara mikrobiologi pertanian. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan bakteri serta pengolahan tanah dengan mempertimbangkan mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah dapat memungkinkan terjadinya peningkatan hasil produksi pertanian secara signifikan. Pemanfaatan mikrobiologi tidak hanya dalam masa produksi, namun juga pada masa pra produksi dan pasca produksi. Pra produksi misalnya dengan teknik rekayasa dan kultur jaringan yang memungkinkan terjadinya varietas tanaman  yang baik. Sedangkan mikrobiologi pasca produksi pertanian lebih mengarah pada pengolahan hasil produksi pertania,yang dapat meningkatkan nilai tambah dan gizi dari hasil pertanian tersebut. Dengan begitu kedaulatan pangan bukan lagi impian, namun sebuah kenyataan. 
d
d  DEMI IBU PERTIWI YANG KITA CINTAI, KITA PERJUANGKAN PERTANIAN INDONESIA. YANG TIDAK SETUJU, DIALAH MUSUH INDONESIA DI ZAMAN REFORMASI INI.
 






Mendaki Gunung

Kemarin malam, hujan deres, aku keluar kamar, kira-kira pukul 18.30 WIB. Rencananya sih mau beli camilan sama minuman yang anget-anget, biar kosannya tambah anget, hehe..
Di depan pintu aku ketemu tetangga kost, dia datang dari luar sambil ujan-ujanan (gayanya udah sok cool), aku tanyain kepo-kepo gitu.

"darimana mas?"

"dari mendaki gunung" katanya bangga, agak lemes juga kelihatannya. Aku cuma bisa manggut-manggut sok paham.

"Owh, Mas juga suka mendaki gunung to?" kataku ceria.

"Iya, kamu juga suka"

"enggak" jawabku singkat. Selesai. Premis umum. Mas-nya kecewa :"(

haha ... memang sih sekarang ini, semenjak aku masuk kuliah menjadi mahasiswa, banyak sekali mahasiswa yang suka dengan kegiatan pecinta alam, contohnya ya mendaki gunung. Kalau dulu di SMA jarang ada acara begituan, jadi wajar gak terlalu ngeh ya. Tapi tertarik untuk ke arah sana pasti ada. Pengen merasakan pendakian gunung, dan melihat panorama dari atas puncak gunung yang didaki. Hem pasti enak ya. Semoga aja ada kesempatan. Kalau gak sekarang ya kapan-kapan juga bisa, yang penting dalam hidup pernah merasakan mendaki gunung, apapun gunungnya hehe ...(berpikir keras :v)

Kegiatan pecinta alam seperti mendaki gunung memang bagus. Ada banyak pengalaman yang bisa kita ambil dan pelajari, namun jangan terlalu sering. Lihat situasi dan kondisi, apalagi jika masih berstatus sebagai mahasiswa. Harus pintar manage waktu, jangan sampai hobi kita malah merusak nilai akademik (IPK) di bangku perkuliahan. Kalau bisa malah seimbang. IPK tinggi, hobi tetap jalan. Kan oke kalau kayak begitu.

Sekarang ini banyak sekali komunitas-komunitas pecinta alam. Di fakultas pertanian UGM saja ada satu, namanya Plantagama. Belum lagi  ditambah dengan fakultas-fakultas lain yang mungkin tidak cuma satu dua komunitas, bisa juga lebih. Untuk perkumpulan komunitas pecinta alam di tingkat universitas di UGM ada yang namanya Mapagama. Kalau pengen tahu seluk beluk kegiatan mereka atau ogenda mereka, bisa kalian search google, pasti ketemu hehe, .

Salam dari pecinta alam tapi takut kotor...

Film Dokumenter SMA N 1 KOTAGAJAH (SMANSAGA) ANGKATAN 31

kalau inget perpisahan dengan SMA tercinta pasti selalu inget sama moment waktu masih unyuk-unyuk dan labil. Ini film dokumenter yang diputer waktu acara perpisahan alumni SMANSAGA angkatan 31 tahun 2013. Serba serba deh angkatanku, lain daripada yang lain. Ini dia filmnya check this out...

 ini dia link filmnya yang aku dapet dari temenku ibin  (lebih tepatnya asal copy paste sih hehe..) 
http://www.youtube.com/watch?v=gleo8Ry2kaM



Ironi

Ironi itu ketika kamu tiba-tiba gak sengaja denger tetangga sebelah muter lagu "lumpuhkanlah ingatanmu" dari geisha, dan kamu pura-pura acuh padahal sebenarnya kamu begitu memahami lagu itu.

Ironi itu ketika kamu sedang kumpul sama temen-temen kamu dan mereka bilang gak suka lagu melow dan kamu ikutan bilang gak suka lagu melow, padahal kamu sebenarnya suka lagu melow.

Ironi itu ketika kamu rajin-rajinnya membuat suatu gagasan, memikirkan ide dengan matang-matang dan gagasanmu diacuhkan orang lain, mereka lebih memilih ide orang lain dengan alasan yang nggak jelas.

Ironi itu ketika kamu sedang mengincar seorang cewek, kamu memperhatikan dia, kamu mencari tahu info tentang dirinya, dan kamu berusaha untuk mendekatinya, tapi ternyata kamu baru mengetahui kalau ternyata dia sudah punya pacar. Nyesek pake banget.

Ironi itu ketika kamu belajar mati-matian tipa malam dan ketika tes kamu cuma dapet 80, sedangkan temenmu yang gak belajar bisa dapet 100. Ironi kehidupan. Jengkel.

Ironi itu ketika kamu kehilangan jati diri kamu, kamu masih menjadi orang yang lemah, kamu tidak mandiri, kamu selalu menghamburkan uang orang tua dengan berbagai kesenangan kamu, kamu menggampangkan sesuatu yang sebenarnya sulit, kamu mengambil jalan pintas yang salah, kamu lupa akan hakikatmu sebagai manusia, kepada Tuhanmu, kepada sesama makhluk hidup, kamu menghina orang lain, menertawakan kekurangan orang lain, menyombongkan dirimu sendiri dengan segala kelebihanmu, kecantikanmu, ketampananmu dan harta orang tuamu yang terus kamu banggakan. Ironi adalah saat kamu selalu mengambil hak orang lain, mengancam orang-orang yang sebenarnya benar, mengambinghitamkan seseorang yang tak bersalah dan mulai melunturkan nilai-nilai moral yang dulu pernah kamu anut. Ironi adalah saat kamu menjadi orang yang merugi. Ironi. Ironi. Ironi.

Kerapian Kamar Kost Berdasarkan Hari

Guys, pernah gak merasakan menjadi anak kost? Yang sudah pernah merasakan dan saat ini menjadi anak kost, aku ucapkan selamat, masa muda kalian terselamatkan. Hidup remaja tidak akan bermakna tanpa nge-kos, kalian tahu kenapa?  Aku juga tidak tahu, yang jelas pahit dan manisnya selalu ada dan selalu mengukir kejadian absurd, terutama kamarnya. Kamar dari anak yang nge-kost. (Ya gue termasuk lah)

Selama ini ada sebuah anggapan tidak adil mengenai kerapian kamar kost anak cewek dan cowok. Orang selalu mengecap bahwa kamar anak cewek itu selalu bersih, rapi rajin dan unyuk-unyuk (hueekk.. muntah ni gue, muntah), dan menganggap kamar anak cowok selalu kotor dan berantakan. Dimana hak asasi anak cowok yang rajin membersihkan kamar? (Reputasi gue hancur)
Ya sebenarnya gak rajin-rajin amat sih, tapi ya mending lah daripada kamar kos tetangga sebelah.
Nah, kali ini aku akan memberikan gambaran seperti apa kerapihan kamar kost anak cowok (dalam posisi ini kamar gue yang jadi sampel) menurut hari.

Hari Senin, hari pertama setelah week end. Agak males-males gitu sih buat berangkat ngampus tapi ya dipaksain buat rajin. Rajin mengerjakan tugas karena biasanya hari senin jadwalnya padat, rajin bersih-bersih kamar juga. Alhasil kamar kost-ku seperti ini jadinya

Terlihat kamar kost di hari senin rapi sekali :)


Hari selasa, hari kedua setelah week end. Lumayan padat, banyak tugas yang mulai dikumpulkan.



Masih Rapi di hari selasa.


Hari Rabu, mulai agak padet jadwalnya tapi masih terkendali, dan kamar kost juga belum berbeda, tetap rapi.
Hari kamis mulai padat, tugas-tugas mulai banyak. tapi tetep kondusif dan terjaga. kamar kost alhamdulillah rapi.
Hari jumat adalah hari yang mendekati week end, tapi tugasnya hampir buat end. Praktikum, tugas individu, tugas kelompok, buat laporan, diskusi sana sini, ikut organisasi dan tetek bengek. jadinya kamarnya kaya gini

Gambaran kamar kost sudah sesuai dengan otak sang pemilik kamar kost, sama-sama ruwet.

Hari Sabtu, jangan harap hari sabtu bener-bener week end, justru ini klinmaksnya, karena di hari sabtu banyak diadakan kuliah pengganti atau kumpul organisasi. Biasanya mahasiswa mengerjakan tugasnya di hari ini, biar bisa agak tenang di hari senin.Ini dia gambaran kamar kost di hari sabtu.
(lho kok gambarnya kapal pecah?)  ya iyalah, sebagai ungkapan saking gak karuannya kondisi kamar di hari sabtu, ibarat kapal pecah, artinya udah berantakan berantakannya lagi.

Hari minggu, week end ya.. (kalo yang ada duit ya week end, yang dompet nipis pura-pura week end)
kegiatan di hari minggu seperti ini
jogging atau senam bareng ibu-ibu, terus bersih bersih kamar dan hasilnya seperti ini. Taraaammm.....
Seperti baru kan kamarnya.
Iya begitulah, mungkin rutinitas itu akan berlangsung seperti itu terus sampai kiamat. Atau mungkin aka ada pemikiran radikal seperti ini "mending gak usah di bersihin sekalian kamar kost, toh nanti juga bakal berantakan lagi" Sip bener banget, jempol kaki deh, hehe.. :D

oiya, salam terakhir dari saya, (ini serius), jaga selalu hati teman-teman sekalian layaknya kalian menjaga hati orang yang kalian sayangi. (apa juga maksudnya, nggak nyambung sama konteks, yaudah gak papa lah)

salam the blues chelsea, kita akan juara liga champion, liga inggris, piala FA, Carling Cup dan piala dunia anatr club, serta piala jawara eropa. Glory for Torres and Boaz Salosa :D


Sabar Untuk Sukses

"Seseorang yang ahli dalam kesabaran
adalah ahli dalam segala hal" - George
Savile
Dear Teman-teman yang sabar,
Sebuah pepatah mengatakan Roma tidak
dibangun dalam sehari. Demikian juga
kesuksesan tidak dibangun secara
instan.  Apalagi jika itu adalah
sebuah kesuksesan jangka panjang.
Untuk mencapai sebuah tujuan
diperlukan kesabaran. Jika Anda ingin
sampai ke kantor atau rumah dengan
selamat, tentu Anda harus sabar
menghadapi kemacetan dan pengemudi
lain yang ugal-ugalan atau melanggar
lalu lintas. 
Demikian juga untuk menggapai
kesuksesan. Kesabaran adalah kunci
dan fondasi untuk membangun
kesuksesan. Jika Anda dicemoohkan
orang, mendapatkan penolakan,
menghadapi banyak rintangan atau
belum memperoleh hasil signifikan
dari kerja keras Anda selama ini,
bersabarlah.
Sebelum menjadi orang terkaya di
dunia versi majalah Forbes, Bill
Gates selama bertahun-tahun menerima
pendapatan dari software ciptaannya
hanya $2 per hari. Nilai yang lebih
rendah dari gaji seorang pegawai
rendahan sekalipun di Amerika. Tapi
Bill Gates tetap sabar dan yakin
dalam menjalankan bisnisnya.
Demikian juga J.K Rowling, penulis
laris buku Harry Potter yang sangat
mendunia. Sebelum sebuah penerbit
kecil di Inggris, Bloomsbury
menerbitkan novel Harry Potter, J.K
Rowling  menghadapi 12 kali penolakan
terhadap manuskripnya. Seandainya J.K
Rowling menyerah dan tidak sabar
dalam menghadapi 12 penolakan
tersebut, kita tidak pernah membaca
hasil karyanya menakjubkan itu dan ia
pun tidak sesukses seperti sekarang
ini.   
jika Anda merasa sudah cukup
bersabar. Tambahkan lagi dosis sabar
Anda. Perbedaan antara kesuksesan dan
kegagalan adalah pada kesabaran dan
ketekunan.


Motivation from my far friend



Status Seorang Mahasiswa Baru

Bulan september lalu bukan hanya bulan masuk sekolah bagi pelajar, namun juga bagi sebagian orang yang telah mendapat predikat sebagai mahasiswa baru. Entah siapapun itu dan dimana kalian kuliah, aku ucapkan selamat kuliah perdana, karena aku juga serang mahasiswa baru.
Menjadi serang mahasiswa itu terasa sedikit berbeda. Terlihat lebih keren, dewasa dan pakaiannya lebih modis karena tiap hari gak pake seragam putih abu-abu dan pramuka hehe.
Pokoknya beda banget deh mahsiswa sama pelajar, dari segi cara belajar, pemikiran dan tetek bengek sampai tempat nongkrong pun juga sudah berubah.
Namun, fenomena yang satu ini benar-benar nyata adanya, yaitu fenomena tentang status mahasiswa baru. Apakah status mahasiswa baru sekarang?
Setelah cukup lama menelaah, (dan aku mengalami dan termasuk di dalamnya) bahwa status mahasiswa baru itu cuma ada dua, "KALO GAK JOMBLO, YA  LDR"
Bener gak???


Kejarlah Mimpimu

"Semua mimpi kita dapat terwujud,
asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" - Walt Disney
Semua orang diciptakan istimewa oleh
Tuhan dengan bakatnya masing-masing.
Tapi terkadang mereka terhalang oleh
pikirannya sendiri dalam
mengembangkannya.
Zig Ziglar, motivator dunia
mengkategorikan orang-orang  yang
tidak mengembangkan bakatnya ke dalam
4 golongan.
Orang pertama adalah yang menyangkal
dirinya memiliki bakat. "Ah, saya
tidak punya bakat apa-apa"
sangkalnya. Ia merasa tidak perlu
berbuat sesuatu atau berkontribusi
bagi orang lain atau kehidupan umat
manusia.
Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya
memang punya bakat. Tapi, tidak
sekarang mengembangkannya. Mungkin
besok, lusa atau nanti sajalah"
begitu alasannya.
Orang ketiga adalah yang merasa
takut. "Sebetulnya saya ingin
mengembangkan bakat saya. Tapi takut
gagal, daripada saya ditertawakan
orang, lebih baik saya diam saja,
bukankah lebih aman?" itu selalu yang
dikatakannya.
Orang keempat tidak mau bertanggung
jawab. Dia selalu berdalih bahwa
orang lain atau keadaanlah yang
salah. "Bagaimana saya dapat
mengembangkan bakat saya kalau orang
di sekitar saya dan keadaan tidak
mendukung" katanya menyalahkan
keadaan.
temanku yang berbakat, saya
yakin Anda tidak termasuk dalam
keempat tipe orang tersebut. Bakat
Anda terlalu sayang untuk
disia-siakan, karena artinya Anda
menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan
telah mendesain dan menciptakan
manusia dengan keistimewaannya
masing-masing. Kembangkan bakatmu,
kejarlah mimpimu.

nb : sebuah motivasi dari sahabatku yang jauh di sana, terima kasih teman. :)

Jangan Remehkan Impianmu

Aku ingat sekali saat pertama kali alumni-alumni UGM datang ke SMP-ku, ya mereka promosi menjual buku-buku menjelang UN. di dalam presentasinya yang tak pernah aku lupa sampai sekarang adalah saat ia mengatakan begini "saya adalah alumni UGM, jika suatu saat nanti kalian masuk UGM maka kalian akan disambut dan dilepas saat sarjana di gedung ini .." kata-katanya menggebu sambil menunjuk sebuah gambar di layar proyeksi, Aula Grha Sabha Pramana.
Aku terkesima, dalam hati aku bertanya-tanya, akankah semua itu mungkin terjadi? seorang anak desa bermimpi sekolah di UGM, yang notabene universitas unggulan di Indonesia. Ah, aku jadi pesimis. Tapi.. tidak menutup kemungkinan semua itu akan terjadi. Lihat saja perjuangan 10 anak dari Belitong dalam film Laskar Pelangi  yang baru saja aku tonton kemarin di laptop pak guru. Keadaanku tentu jauh lebih beruntung dari mereka, tentu aku juga bisa lebih dari mereka, dari Ikal, dari Lintang, juga dari Arai. Aku ingin buktikan kekuatan mimpi itu. Mulai dari sekarang aku tentukan sebagian kecil mimpiku. Sekolah di Universitas terbaik di Indonesia, Universitas Gadjah Mada.
***
Kurang lebih 2,5 tahun lalu aku mengikrarkan janji. Aku masih ingat, masih ingat dengan jelas. ya, saat ini aku mulai dewasa. Aku sekarang sudah kelas 12 SMA, ya beberapa bulan lagi aku akan lulus. ceepat ya rasanya? hehe..
Kurang lebih 2 bulan lagi Ujian Nasional, momok bagis emua pelajar di Indonesia. Tiga bulan lagi adalah penerimaan mahasiswa baru. Huft, aku menghela napas berat untuk urusan yang satu ini. Timbul kembali mimpi 2,5 tahun yang lalu, masih berlakukah impian itu?
Bukan tak mungkin untuk bisa belajar di UGM, tentu semua orang berhak dan berpeluang dan aku pun berharap seperti itu. Namun.. apakah mungkin kemampuanku yang serba standar ini bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru UGM? tentu saja bisa asalkan aku belajar dengan keras dan sungguh-sungguh. namun, masalah utamanya  bukan itu, tapi biaya. ini yang sedikit memberatkan hatiku. Percuma saja kalau aku diterima tapi tak ada biaya, atau orang tuaku tak bersedia membiayaiku.
Yang bisa kulakukan hanyalah belajar, berusaha dan bekerja serta doa tiada tertangguhkan. Itu saja.

Hari itu hari senin kalau tidak salah, aku berpuasa senin kamis. Aku menjalani aktivitas yang sangat berat. Pagi-pagi aku berangkat sekolah, pulang sekolah pukul 14.30 WIB. Setelah pulang sekolah masih ada acara les tambahan untuk persiapan UN dan SNMPTN. Aku ikuti les dengan semangat dan sungguh-sungguh. Pulang les sekitar pukul 16.00 WIB. Sesampai di rumah aku segera membantu Bapak mencari rumput untuk makan ternak. Aku masih tetap semangat mencari rumput, bagiku ini seperti ujian dari Tuhan, kalau seperti ini saja aku mengeluh, Tuhan tak akan mengebulkan impianku. Aku terus semangat walau sebanarnya badanku letih, lemas dan lapar karena berpuasa. Aku pulang ke rumah pukul 17.30 WIB. Aku mandi dan menunggu buka puasa. Tiba-tiba aku mendengar suara adzan merdu sekali di telingaku. Merdu sekali. Aku berdoa dan menegak segelas teh hangat. Pada saat itu juga aku merasakan kenikmatan buka puasa setelah belajar dan bekerja seharian. Seperti terbayar lunas. Dan kalau kalain tahu apa yang aku katakan setelah mengucap syukur itu? ya, aku katakan dengan jelas pada diriku sendiri "setelah belajar seharian di sekolah, membanting tulang membantu Bapak mencari rumput dalam keadaan letih dan lapar berpuasa, aku merasa Jogaja sudah dekat"

Kalau kalian tahu apa kelanjutan ceritaku, ini dia jawaban dari mimpiku 3 tahun yang lalu.